Pada saat Anda tengah menyusun sebuah karya ilmiah, salah satu poin yang harus ada adalah daftar pustaka. Selain untuk memenuhi etika penulisan karya ilmiah, juga guna menghindari plagiarisme. Kali ini, kami akan membahas dua cara menulis daftar pustaka Word supaya Anda tidak lagi kesulitan dalam membuatnya.

Meski keberadaannya di halaman terakhir sebuah karya ilmiah, akan tetapi memiliki peran yang amat penting. Baik bagi diri Anda sendiri, penulis yang karyanya Anda jadikan rujukan, maupun bagi pembaca karya ilmiah Anda nantinya. Jadi selain harus ada, daftar pustaka juga tidak boleh sembarangan penulisannya.

Daftar pustaka merupakan daftar berisi rujukan yang dipakai oleh penulis untuk menyusun suatu karya ilmiah. Adanya daftar pustaka sangat penting sebagai bukti bahwa data yang dipakai merupakan data valid, memenuhi etika penulisan suatu buku nonfiksi atau karya ilmiah lainnya, dan tentu saja bentuk dukungan kepada pemilik karya yang kita jadikan rujukan bahwa kita mendukung ide maupun gagasan yang disampaikan. Terletak pada bagian akhir karya ilmiah, daftar pustaka biasa disebut juga referensi, sumber pustaka, atau pranala. Kendati tampak mudah, masih banyak penulis yang keliru cara menulis daftar pustaka.

Bagian-bagian Daftar Pustaka

Sebelum mempelajari bagaimana cara menulis daftar pustaka yang benar, alangkah baiknya kita memahami bagian-bagian daftar pustaka terlebih dahulu seperti berikut ini.

Baca Juga :   Cara Mendapatkan Follower Banyak di Instagram Dengan Mudah

1. Nama Penulis

Dalam penulisan daftar pustaka, nama penulis diletakkan paling awal. Tata cara penulisan nama penulis ialah dibalik. Jadi, nama belakang ada di bagian depan kemudian dipisahkan tanda koma barulah ditulis nama depannya. Namun, apabila penulis terdiri dari dua orang, penulisan nama yang dibalik adalah nama penulis pertama saja dan penulis kedua tetap. Perlu dicatat pula bahwa tidak perlu mencantumkan gelar pada daftar pustaka meskipun pada bagian buku terdapat gelar yang menyertai nama penulisnya.

Contoh: nama penulisnya adalah Sri Subekti maka penulisan namanya menjadi Subekti, Sri.

Subekti, Sri dan Reni Erina (untuk dua penulis).

Subekti, Sri. Reni Erina, dan Alika Dwi.

Apabila nama penulisnya lebih dari tiga maka penulisan namanya hanya nama penulis pertama yang dibalik lalu disertai ‘dkk’ (dan kawan-kawan). Sebagai contoh, Subekti, Sri dkk.

2. Tahun Terbit Buku

Setelah nama penulis, daftar pustaka dilanjutkan dengan menulis tahun terbit buku. Jadi, penulisannya menjadi seperti ini: Subekti, Sri. 1999.

3. Judul Buku

Judul buku ditulis tepat setelah tahun terbit dengan dipisahkan menggunakan tanda titik. Penulisan judul buku yang menjadi rujukan dapat digaris bawah maupun dicetak miring. Contoh: Subekti, Sri. 1999. Lebah di Kebun Bunga.

4. Kota serta Nama Penerbit

Lalu untuk kota dan nama penerbit ditulis setelah judul dengan dipisahkan tanda titik.

Contoh: Subekti, Sri. 1999. Lebah di Kebun Bunga. Jakarta: Pelangi Nusantara.

Hal-hal yang Mungkin Terjadi Dalam Penulisan Daftar Pustaka

Meski terbiasa menulis buku, para penulis kadang dibuat bingung ketika harus menyertakan daftar pustaka dengan nama yang unik misalnya saja, terdapat angka pada nama penulisnya atau suatu sumber yang tidak tercantum nama penulisnya. Inilah beberapa hal yang mungkin terjadi dalam penulisan daftar pustaka.

1. Angka Pada Nama Penulis

Angka yang ada pada nama penulis bisa ditulis setelah nama.

Contoh: Smith, Andrea, II. 2000. The Writer. New York: Sunrise.

Baca Juga :   Cara Mengubah PDF ke Word Lengkap

2. Sumber yang Tidak Ada Nama Penulisnya

Ada pula sumber referensi yang tidak mencantumkan nama penulis. Untuk kondisi seperti ini maka penulisan daftar pustaka hanya ditulis data yang ada saja yaitu, judul buku, tahun terbit, dan tempat terbit.

Contoh: Kamus Bahasa Mandarin Pemula. 2009. Jakarta: Internusa.

3. Daftar Pustaka dari Banyak Buku dengan Penulis yang Sama

Jika Anda menggunakan rujukan berbagai buku yang ditulis oleh penulis yang sama, maka penulisan daftar pustaka diurutkan dari buku yang tahun terbitnya paling awal.

4. Daftar Pustaka dari Buku Elektronik (E-book)

Selain buku-buku fisik, e-book atau buku elektronik pun sering dijadikan sebagai rujukan ketika hendak membuat suatu karya ilmiah maupun buku nonfiksi. Penulisannya hanya mencantumkan nama belakang penulis, inisial. Tahun diterbitkan. Judul. Tempat terbit: penerbit. Tersedia di … (database atau tautan untuk mendapatkan atau bisa mengakses buku elektronik tersebut)

Contoh: Hartati, H. 2004. Cara Budidaya Ayam Petelur. Jakarta: Internusa. Tersedia di OneLibrary database.

5. Daftar Pustaka dari Website

Selain buku fisik juga e-book, website pun kerap dijadikan rujukan ketika seseorang hendak membuat karya ilmiah. Salah satu alasannya ialah kemudahan akses, efektivitas, dan tentunya lebih ekonomis. Untuk memastikan data dari website tersebut valid, carilah laman milik pemerintah atau media online nasional tepercaya. Penulisan daftar pustakanya dimulai dari nama penulis. Tanggal konten dibuat. Judul. Diakses pada …, dari (tautan rujukan).

Gaya Penulisan Daftar Pustaka

Terdapat beberapa gaya penulisan daftar pustaka yang paling banyak digunakan oleh penulis. Berikut beberapa di antaranya.

1. APA Style (American Psychological Association Edisi ke-7)

Gaya penulisan APA kerap digunakan pada bidang psikologi dan sosial.

Data Buku

Nama Penulis: Sita Novita

Judul: Rahasia Berpikir Positif

Tahun Terbit: 2018

Penerbit : Gemilang

Kota: Jakarta

Berikut cara penulisan daftar pustaka gaya APA: Novita, S. (2018). Rahasia Berpikir Positif. Gemilang.

Baca Juga :   4 Langkah Menonaktifkan Windows Update

2. ASA Style

Inilah gaya penulisan yang paling banyak digunakan di Indonesia. Memakai data buku yang sama dengan poin 1 di atas, berikut cara penulisan daftar pustaka gaya ASA: Novita, Sita. 2018. Rahasia Berpikir Positif. Jakarta: Gemilang.

Cara Menulis Daftar Pustaka Otomatis di Word

Daftar pustaka dapat dibuat secara otomatis di Microsoft Word tanpa harus mengunduh aplikasi tambahan lainnya. Berikut cara menulis daftar pustaka otomatis di word.

  1. Buka lebih dulu dokumen yang hendak ditambahkan daftar pustaka.
  2. Pada menu bar bagian atas buka ‘referensi’ atau ‘reference
Cara Menulis Daftar Pustaka di Word
  1. Lihat pada menu Citations & Bibliography pilihlah Manage Source’
Cara Menulis Daftar Pustaka di Word
  1. Selanjutnya, kita akan diarahkan menuju jendela baru guna menginput sumber, kemudian klik ‘New
Cara Menulis Daftar Pustaka di Word
  1. Jendela Create Source bakal terbuka dan di sini kita harus memasukkan beberapa informasi seperti type of source (website, buku elektronik, buku fisik, dan sebagainya), nama penulis, tahun terbit, dan lainnya. Isi data ini sesuai dengan sumber rujukan kita.
Cara Menulis Daftar Pustaka di Word
  1. Ubahlah ke dalam bahasa Indonesia dengan klik pilihan bahasa di kanan atas.
Cara Menulis Daftar Pustaka di Word
  1. Klik ‘Ok’ guna menyimpan data.
Cara Menulis Daftar Pustaka di Word
  1. Ulangi kembali langkah 3-7 untuk menambah referensi atau rujukan.

Setelah daftar pustaka selesai dibuat, maka kita harus menambahkannya ke halaman akhir naskah tanpa mengetik ulang lagi. Inilah langkah-langkah yang harus dilakukan.

  1. Letakkan kursor pada halaman yang ditujukkan sebagai halaman daftar pustaka. Umumnya halaman daftar pustaka ada di bagian akhir naskah.
  2. Buka menu Reference’ atau ‘Referensi’
Cara Menulis Daftar Pustaka di Word
  1. Pilih ‘Bibliography
Cara Menulis Daftar Pustaka di Word
  1. Klik ‘Style’ untuk memilih beberapa tipe daftar pustaka misalnya, menggunakan jenis APA, Chicago, hingga Turabian.
Cara Menulis Daftar Pustaka di Word
  1. Saat menu dropdown terbuka, gulir ke bagian bawah dan bukalahInsert Bibliography.’

Daftar pustaka pun selesai dibuat. Selain menggunakan Microsoft Word, kita juga bisa memakai aplikasi tambahan untuk membuat daftar pustaka seperti aplikasi Zotero atau Mendeley. Caranya cukup mudah. Kita hanya tinggal mengunduh salah satu aplikasi dan ikuti langkah-langkah yang ada di dalamnya.

Itulah cara menulis daftar pustaka manual dan otomatis yang dapat dicoba. Daftar pustaka merupakan salah satu bagian penting dari suatu karya ilmiah sebab adanya daftar pustaka bisa menguatkan karya ilmiah yang sedang kita buat, terhindar dari tuduhan penjiplakan karya atau plagiasi, wujud penghargaan kepada penulis yang karyanya dijadikan rujukan, serta membuat pembaca karya kita pun lebih memahami sumber rujukan yang kita gunakan.