Majas Repetisi adalah: Pengertian, Ciri-ciri, dan 40 Contohnya Majas Repetisi adalah: Pengertian, Ciri-ciri, dan 40 Contohnya

Majas Repetisi adalah: Pengertian, Ciri-ciri, dan 40 Contohnya

Majas repetisi adalah salah satu majas atau gaya bahasa yang sering digunakan dalam karya sastra maupun tulisan lainnya.

Majas ini menggunakan pengulangan kata atau frasa yang sama dalam satu kalimat atau paragraf untuk memberikan efek yang lebih kuat dan menarik pada pembaca atau pendengar.

Pengertian Majas Repetisi

Majas repetisi adalah pengulangan kata atau frasa yang memiliki arti yang sama atau mirip dalam satu kalimat atau rangkaian kalimat.

Pengulangan ini bertujuan untuk memberikan efek retorika, menguatkan pesan yang ingin disampaikan, atau meningkatkan kesan estetika dalam tulisan atau pidato.

Ciri-ciri Majas Repetisi

Ada beberapa ciri-ciri yang dapat mengidentifikasi penggunaan majas repetisi dalam suatu tulisan atau karya sastra:

  1. Pengulangan kata atau frasa yang sama dalam satu kalimat atau paragraf.
  2. Penggunaan ulang kata atau frasa tersebut bertujuan untuk memberikan penekanan atau efek yang lebih kuat.
  3. Menggunakan variasi pengulangan yang berbeda, seperti pengulangan kata yang sama, pengulangan kata dengan variasi sedikit, atau pengulangan frasa yang mirip.
  4. Menggunakan pengulangan kata atau frasa yang relevan dengan konteks tulisan atau karya sastra.

Contoh-contoh Majas Repetisi

Berikut adalah 20 contoh penggunaan majas repetisi dalam berbagai tulisan dan karya sastra:

  1. “Hujan-hujan yang turun semakin deras membuat jalanan semakin basah.”
  2. “Dia datang, dia melihat, dia menang.”
  3. “Malam semakin larut, semakin dingin pula udaranya.”
  4. “Cinta datang, cinta pergi, cinta yang tak pernah hilang.”
  5. “Pagi-pagi sudah sibuk dengan pekerjaan-pekerjaan rumah.”
  6. “Dia selalu tersenyum, dia selalu ceria, dia selalu bahagia.”
  7. “Senja yang indah, senja yang romantis, senja yang tak terlupakan.”
  8. “Matahari terbit, matahari terang, matahari yang memberi kehidupan.”
  9. “Dia berkata, dia mengulang, dia tak pernah berhenti.”
  10. “Malam ini gelap, malam ini sunyi, malam ini penuh misteri.”
  11. “Hujan turun dengan deras, hujan turun tanpa henti, hujan yang membuat segalanya basah.”
  12. “Dia berlari, dia terbang, dia mengejar mimpi.”
  13. “Aku mencintaimu, aku merindukanmu, aku tak bisa hidup tanpamu.”
  14. “Musim panas datang, musim panas membawa kehangatan, musim panas yang menyenangkan.”
  15. “Dia diam, dia termenung, dia mencari jawaban.”
  16. “Hari-hari yang indah, hari-hari yang penuh tawa, hari-hari yang tak terlupakan.”
  17. “Dia tertawa, dia menangis, dia merasakan segalanya.”
  18. “Angin berhembus, angin bertiup, angin yang membawa kabar gembira.”
  19. “Dia pergi, dia hilang, dia yang takkan kembali.”
  20. “Bunga-bunga mekar, bunga-bunga harum, bunga-bunga yang menghiasi taman.”
  21. “Hidup ini penuh dengan tantangan, tantangan yang harus kita hadapi dengan keberanian.”
  22. “Pagi-pagi sudah sibuk, siang-siang masih sibuk, malam-malam juga masih sibuk.”
  23. “Dia berkata, ‘Aku mencintaimu, mencintaimu seperti tak pernah mencintai siapapun sebelumnya’.”
  24. “Buku ini sangat bagus, sangat bagus untuk dibaca di waktu luang.”
  25. “Hujan turun dengan lebat, lebat seperti air yang tak pernah berhenti.”
  26. “Dia selalu tersenyum, tersenyum dengan senyuman yang begitu manis.”
  27. “Kau adalah teman terbaikku, teman terbaik yang selalu ada di setiap langkahku.”
  28. “Bunga-bunga di taman itu indah, indah seperti lukisan yang diciptakan oleh sang seniman.”
  29. “Malam semakin larut, larut dalam kesunyian yang hanya dipecahkan oleh suara angin.”
  30. “Dia datang dengan membawa cinta, cinta yang begitu tulus dan tak pernah pudar.”
  31. “Mereka berlari, berlari dengan cepat seperti kilat yang melintas di langit.”
  32. “Aku ingin pergi, pergi jauh dari sini, dari tempat yang penuh dengan kenangan yang menyakitkan.”
  33. “Kau adalah matahari, matahari yang menerangi hidupku setiap hari.”
  34. “Dia menangis, menangis dengan air mata yang tak pernah berhenti mengalir.”
  35. “Pohon-pohon di hutan itu tinggi, tinggi menjulang ke langit biru.”
  36. “Kami bersama, bersama dalam suka dan duka, dalam senang dan sedih.”
  37. “Malam ini dingin, dingin seperti hatiku yang sepi.”
  38. “Dia tertawa, tertawa dengan tawa yang begitu riang dan menggembirakan.”
  39. “Rumah ini besar, besar seperti impian yang selama ini kita idamkan.”
  40. “Kau adalah segalanya bagiku, segalanya yang membuat hidupku sempurna.”
Baca Juga :   Membuat Objek Bola Dengan C++ OpenGL

Manfaat Penggunaan Majas Repetisi

Penggunaan majas repetisi dalam tulisan atau karya sastra memiliki beberapa manfaat, antara lain:

  1. Menciptakan efek yang lebih kuat dan menarik pada pembaca atau pendengar.
  2. Memberikan penekanan pada kata atau frasa yang diulang.
  3. Membantu memperkuat pesan yang ingin disampaikan.
  4. Membuat tulisan atau karya sastra terdengar lebih ritmis dan harmonis.
  5. Meningkatkan daya ingat pembaca atau pendengar terhadap tulisan atau karya sastra.

Dengan menggunakan majas repetisi, tulisan atau pidato kita dapat menjadi lebih menarik, memikat, dan memberikan kesan yang kuat kepada pembaca atau pendengar.

Namun, perlu diingat untuk tidak berlebihan dalam penggunaan majas ini agar tidak mengganggu alur dan pemahaman tulisan atau pidato kita.

Kesimpulan

Majas repetisi adalah salah satu majas yang menggunakan pengulangan kata atau frasa yang sama dalam satu kalimat atau paragraf.

Penggunaan majas ini dapat memberikan efek yang lebih kuat dan menarik pada pembaca atau pendengar.

Contoh-contoh penggunaan majas repetisi dapat ditemukan dalam berbagai tulisan dan karya sastra.

Penggunaan majas repetisi memiliki manfaat dalam menciptakan efek yang kuat, memberikan penekanan, memperkuat pesan, dan meningkatkan daya ingat.

Dengan memahami pengertian, ciri, dan contoh-contoh majas repetisi, kita dapat menggunakannya secara efektif dalam tulisan atau karya sastra kita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *