Sistem Penilaian Etika Sistem Penilaian Etika

Sistematika dan Pendekatan Etika

Sistematika dan Pendekatan Etika – Etika adalah ilmu yang mengkaji mengenai moral atau tentang manusia dalam kaitannya dengan moralitas. Perlu adanya perumusan atau pendekatan untuk dapat mengkaji moralitas.

Dalam dunia etika, terdapat berbagai pendekatan dan sistematika yang digunakan untuk memahami dan menganalisis masalah moral. Pendekatan dan sistematika ini membantu kita dalam mengembangkan pemahaman yang lebih mendalam tentang nilai-nilai dan prinsip-prinsip etika yang mendasari tindakan manusia.

Pendekatan Etika Menurut Ahli

Bartens (2013:13) memberikan 3 macam pendekatan yang terdiri dari etika deskriptif, etika normative dan metaetika.

1. Etika Deskriptif

Etika ini menggambarkan tingkah laku moral dalam arti luas, misalnya adat kebiasaan; asumsi-asumsi mengenai baik dan buruk; tentang yang boleh dan tidak boleh.

Etika ini hanya menggambarkan dan tidak memberikan penilaian. Contohnya: mendeskripsikan adat memasak babi pada suku di Papua, namun tidak menghakimi bahwa adat tersebut salah bagi suku/agama lainnya.

2. Etika Normatif

Pada tahapan ini maka etika normatif tidak hanya mengemukakan fakta/deskripsi, namun juga sudah melakukan penilaian (judging) apakah ia menerima atau menolak suatu nilai atas dasar pertimbangan moral dan prinsip-prinsip etis.

Contohnya, praktek prostitusi terselubung yang dilakukan di wilayah Gunung Kemukus mungkin sudah dipandang wajar dan tidak melanggar etika tempatan karena banyak kelompok yang memandang praktek tersebut sebagai bagian dari adat kebiasaan. 3

3. Metaetika

Pendekatan lain mempraktekkan etika sebagai ilmu adalah metaetika yang bergerak pada level yang lebih tinggi dari sekedar perilaku etis, yaitu pada taraf “bahasa etis” atau bahasa yang digunakan di bidang moral. Dapat dikatakan bahwa metaetika mempelajari logika khusus dari ucapan-ucapan etis. 

Sistematika dan Pendekatan Etika

Menurut A. Sonny Keraf (dalam Ruslan, 2011:33), etika terbagi menjadi dua bagian utama, yakni etika umum dan etika khusus.

Baca Juga :   Rekening Pada Perusahaan Dagang

Etika umum membahas prinsip-prinsip dasar mengenai perilaku manusia secara etis. Ini mencakup bagaimana manusia membuat keputusan moral, teori-teori etika, prinsip-prinsip moral yang mendasari tindakan manusia, serta kriteria untuk menilai apakah suatu tindakan dianggap baik atau buruk. Etika umum dapat disamakan dengan ilmu pengetahuan yang mengkaji konsep umum dan teori-teorinya.

Sementara itu, etika khusus adalah penerapan dari prinsip-prinsip moral dasar ke dalam bidang-bidang kehidupan yang spesifik. Penerapan ini dapat berupa cara kita membuat keputusan dan bertindak dalam situasi-situasi khusus yang dipengaruhi oleh prinsip-prinsip moral.

Namun, etika khusus juga mencakup evaluasi terhadap perilaku, baik diri sendiri maupun orang lain, dalam konteks kehidupan dan aktivitas tertentu. Evaluasi ini didasarkan pada kondisi yang memungkinkan manusia untuk bertindak secara etis, termasuk dalam cara pengambilan keputusan dan teori serta prinsip moral yang menjadi dasarnya.

Secara lebih rinci, etika khusus dapat dibagi menjadi dua bagian:

  1. Etika Individual menyangkut kewajiban dan perilaku manusia terhadap dirinya sendiri untuk mencapai kesucian kehidupan pribadi, kebersihan hati nurani dan yang berakhlak luhur.
  2. Etika Sosial berbicara mengenai kewajiban, sikap dan perilaku sebagai anggota masyarakat yang berkaitan dengan nilai-nilai sopan santun, tata karma dan saling menghormati, yaitu bagaimana saling berinteraksi yang menyangkut hubungan manusia dengan manusia, baik secara perseorangan dan langsung, maupun secara bersama-sama atau kelompok dalam bentuk kelembagaan masyarakat dan organisasi formal lainnya.

Pendekatan Etika

Ada beberapa pendekatan yang umum digunakan dalam etika, di antaranya adalah:

1. Etika Normatif

Pendekatan ini berfokus pada penentuan apa yang benar atau salah berdasarkan pada aturan-aturan atau norma-norma etika yang ada. Etika normatif mempertimbangkan prinsip-prinsip moral yang seharusnya diikuti dalam mengambil keputusan dan bertindak.

Baca Juga :   Perbedaan FGD dan LGD

Contohnya adalah etika deontologis, yang menekankan pada kewajiban dan aturan moral yang harus diikuti tanpa mempertimbangkan konsekuensi dari tindakan tersebut.

2. Etika Konsekuensialisme

Pendekatan ini berfokus pada konsekuensi atau akibat dari tindakan. Etika konsekuensialisme menekankan pentingnya mencapai hasil yang baik atau menguntungkan sebagai dasar penilaian moral.

Salah satu bentuk etika konsekuensialisme yang terkenal adalah utilitarianisme, yang menekankan pada pencapaian kebahagiaan atau keuntungan yang maksimal bagi sebanyak mungkin orang.

3. Etika Keutamaan

Pendekatan ini berfokus pada karakter dan keutamaan individu dalam mengambil keputusan dan bertindak.

Etika keutamaan menekankan pentingnya mengembangkan karakter yang baik dan bertindak sesuai dengan nilai-nilai moral yang dianggap penting. Etika keutamaan menekankan pentingnya moralitas pribadi dan pembentukan karakter yang baik.

Sistematika Etika

Selain pendekatan etika, terdapat juga sistematika yang digunakan untuk mempelajari dan menganalisis etika.

Sistematika etika membantu dalam mengorganisir konsep-konsep etika dan memahami hubungan antara mereka. Berikut adalah beberapa komponen sistematika etika yang umum digunakan:

1. Metaetika

Metaetika adalah cabang etika yang mempertanyakan sifat dan asal-usul nilai-nilai moral.

Metaetika mencoba untuk memahami apakah nilai-nilai moral bersifat objektif atau subjektif, dan bagaimana kita dapat mengetahui apa yang benar atau salah secara moral.

2. Etika Normatif

Etika normatif adalah cabang etika yang berfokus pada penentuan aturan dan prinsip moral yang seharusnya diikuti dalam mengambil keputusan dan bertindak.

Etika normatif mencoba untuk memberikan pedoman moral yang obyektif bagi tindakan manusia.

3. Etika Terapan

Etika terapan adalah cabang etika yang berfokus pada penerapan prinsip-prinsip moral dalam konteks kehidupan nyata.

Etika terapan mencoba untuk memahami bagaimana prinsip-prinsip etika dapat diterapkan dalam situasi-situasi konkret, seperti etika bisnis, etika medis, atau etika lingkungan.

Baca Juga :   Deteksi Tepi dengan Menggunakan Metode Sobel

4. Etika Deskriptif

Etika deskriptif adalah cabang etika yang berfokus pada deskripsi dan penjelasan tentang bagaimana manusia sebenarnya bertindak secara moral.

Etika deskriptif mencoba untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi tindakan moral manusia, seperti budaya, agama, dan lingkungan sosial.

Kesimpulan

Pendekatan dan sistematika etika membantu kita dalam memahami dan menganalisis masalah moral. Pendekatan etika, seperti etika normatif, konsekuensialisme, dan keutamaan, memberikan kerangka kerja untuk memahami dasar-dasar moralitas.

Sistematika etika, seperti metaetika, etika normatif, etika terapan, dan etika deskriptif, membantu dalam mengorganisir konsep-konsep etika dan memahami hubungan antara mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *