Prinsip Dasar Profesionalisme Prinsip Dasar Profesionalisme

Prinsip Dasar Profesionalisme

Prinsip Dasar Profesionalisme – Saat ini, profesionalisme adalah salah satu kualitas yang sangat dihargai di dunia kerja. Menjadi seorang profesional yang sukses tidak hanya tentang memiliki keterampilan dan pengetahuan yang memadai, tetapi juga tentang mengikuti prinsip dasar yang tepat.

Seorang yang professional dalam bekerja akan memiliki nilai tersendiri dihadapan orang lain. Kualitas pekerjaan seorang professional akan lebih baik dibandingkan yang lain, dimana faktor kedisiplinan, komitmen profesi, dedikasi dan kekhususan kompetensi yang membedakan seorang professional dibandingkan pekerja non-profesional.

Prinsip Dasar Profesionalisme

Berdasarkan konsep tersebut maka profesionalisme membutuhkan 3 prinsip dasar yang terdiri dari (Puspitasari, dkk, 2012:11):

1. Keahlian

Pekerjaan professional biasanya menuntut adanya suatu keahlian khusus yang memungkinkan seorang pekerja professional memberikan jasa tertentu kepada pengguna jasa profesionalnya.

Keahlian ini bersumber dari:

1. Pengetahuan

Suatu profesi terdiri dari sekumpulan pengetahuan yang menjadi milik bersama (common knowledge). Seorang pekerja professional harus menunjukkan bahwa ia menguasai kumpulan pengetahuan sampai pada suatu tingkat tertentu.

Pengetahuan ini diperoleh dari proses pendidikan, pelatihan dan juga pengalaman serta sertifikasi pada bidang-bidang profesi tertentu.

2. Keterampilan dan cara kerja

Para personil atau individu yang sudah bisa menunjukkan penguasaan pengetahuan, keterampilan dan cara kerja yang efektif maka telah dianggap mampu dan bertanggung jawab penuh untuk memberikan pelayanan jasa sesuai dengan bidang keahliannya.

3. Kemandirian dan pengakuan

Mereka yang sudah dapat menunjukkan pengetahuan, keterampilan dan cara kerja yang memadai menurut ukuran profesionalisme, maka dapat diterima sebagai pekerja professional yang mandiri dalam bidangnya.

Baca Juga :   Risiko Bisnis adalah: Pengertian dan Jenis-enis Risiko dalam Bisnis

Artinya, secara mandiri mereka sudah dapat dianggap mampu dan memperoleh pengakuan serta bertanggung jawab penuh dalam memberikan pelayanan sesuai dengan bidang keahliannya.

2. Tanggung jawab

Seorang yang sudah ahli artinya adalah orang yang memiliki kewenangan professional yang bertanggung jawab untuk menunjukkan hasil kerja yang berkaitan dengan keunggulan mutu jasa dan pengembangan profesinya, memberikan pelayanan keahlian yang terbaik bagi kliennya, dapat menjalin hubungan baik dengan rekannya dan mengutamakan kepentingan masyarakat.

Seorang ahli memiliki kewenangan dan keterampilan yang tepat untuk melaksanakan tugasnya secara efisien dan sesuai dengan standar profesi. Ini mencakup memberikan hasil kerja yang berkualitas tinggi dan sesuai dengan standar mutu yang telah ditetapkan.

Seorang ahli harus berkomitmen pada pengembangan diri secara berkelanjutan. Hal ini termasuk peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan adaptasi terhadap perubahan dalam bidangnya.

Selain itu, tanggung jawab seorang ahli juga dapat meliputi aspek etika dan moralitas dalam praktik profesional. Hal ini termasuk menjunjung tinggi prinsip-prinsip etika, integritas, transparansi, dan kejujuran dalam setiap tindakan yang dilakukan.

3. Norma

Dalam menjalankan profesinya secara profesional, seseorang harus mematuhi sejumlah norma. Norma-norma tersebut mencakup:

  1. Kesungguhan dan Ketelitian: Menuntut adanya kecermatan dan kehati-hatian dalam melakukan tugas dengan seksama.
  2. Tekun, Ulet, dan Gigih: Membutuhkan ketekunan serta keuletan untuk mencapai hasil terbaik dalam pekerjaan yang dijalani.
  3. Integritas Tinggi: Menuntut kesetiaan dan kejujuran dalam menjalankan tugas-tugas profesional.
  4. Konsistensi dalam Pemikiran dan Tindakan: Konsistensi ini memerlukan keselarasan antara pemikiran dan tindakan yang diambil.
  5. Kesadaran untuk Mengembangkan Kemampuan: Merupakan kesadaran yang kontinu untuk terus meningkatkan kemampuan dan keterampilan dalam bidang yang ditekuni.
  6. Kecintaan terhadap Profesi: Mencakup rasa kasih sayang atau cinta yang mendalam terhadap profesinya.
Baca Juga :   Teknik Dewatering: Pengertian, Metode dan Tips Memilih Jasa Dewatering

Seorang profesional dikatakan memiliki integritas ketika memenuhi karakteristik-karakteristik tertentu:

  1. Utuh dan Tidak Terbagi: Menyiratkan adanya kesatuan dan keseimbangan antara pengetahuan, keterampilan, dan perilaku etis. Ini mencakup keseimbangan antara kecerdasan fisik, intelektual (IQ), emosional (EQ), dan spiritual (SQ).
  2. Menyatukan Kehidupan: Mengindikasikan bahwa seorang profesional secara penuh waktu dan sungguh-sungguh mendedikasikan diri pada profesinya sambil menikmati pekerjaannya.
  3. Kokoh dan Konsisten: Menunjukkan kestabilan pribadi, prinsip yang kuat, kepercayaan diri yang kokoh, serta ketegasan yang tidak mudah terpengaruh oleh opini atau pengaruh orang lain (Sigit, 2012:136).

Menjadi seorang profesional yang sukses tidaklah mudah, tetapi dengan mengikuti prinsip dasar profesionalisme yang tepat, Anda dapat mencapainya. Komitmen terhadap kualitas, menjaga etika kerja yang tinggi, komunikasi efektif, kerja tim yang baik, dan komitmen terhadap pertumbuhan dan pembelajaran adalah prinsip dasar yang akan membantu Anda menjadi seorang profesional yang sukses. Jadi, mulailah menerapkan prinsip-prinsip ini dalam kehidupan dan karir Anda, dan lihatlah bagaimana keberhasilan dan penghargaan akan mengikuti.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *