Sistem Terdistribusi adalah: Pengertian, Fungsi, Manfaat, Keuntungan, Tantangan dan Contoh Sistem Terdistribusi adalah: Pengertian, Fungsi, Manfaat, Keuntungan, Tantangan dan Contoh

Sistem Terdistribusi adalah: Pengertian, Fungsi, Manfaat, Keuntungan, Tantangan dan Contoh

Sistem terdistribusi adalah sebuah sistem komputer yang terdiri dari beberapa komputer atau node yang saling terhubung dan bekerja bersama untuk menyelesaikan suatu tugas.

Setiap komputer dalam sistem terdistribusi memiliki otonomi untuk mengambil keputusan sendiri dan dapat berkomunikasi dengan komputer lainnya melalui jaringan.

Pengertian Sistem Terdistribusi

Definisi:

  1. Sebuah sistem yang komponennya berada pada jaringan komputer. Komponen tersebut saling berkomunikasi dan melakukan koordinasi hanya dengan pengiriman pesan (message passing).
  2. Perangkat Lunak Sistem Terdistribusi dapat mengkoordinasikan aktivitas masing-masing komputer dan melakukan pertukaran sumber daya sistem Perangkat Keras (Hardware), Perangkat Lunak (Software), dan data
  3. Pengguna sistem terdistribusi dapat merasakan sebuah fasilitas komputer yang terpadu meskipun sebenarnya terdiri dari banyak komputer yang berada di lokasi yang berbeda secara geografis.

Contoh Sistem Terdistribusi

Contoh Sistem Terdistribusi:

  1. Aplikasi WEB (Client Server)
    • Finance and commerce [Amazon, ebay, paypal…]
    • The information society [Google, Yahoo, wikipedia, youtube ..]
    • Education [Elearning]
    • Transport and logistics [GPS, google map, Gearth..]
    • Science [ Paralel/Grid Computing]
  2. Mobile worker system
  3. Data Sharing / Cloud Storage
  4. Multiplayer online games
  5. ATM Machine

Fungsi Sistem Terdistribusi

Sistem terdistribusi memiliki beberapa fungsi penting, di antaranya:

  1. Memperluas kapasitas komputasi: Dengan memanfaatkan sumber daya dari beberapa komputer, sistem terdistribusi dapat meningkatkan kapasitas komputasi secara signifikan.
  2. Meningkatkan ketersediaan: Dalam sistem terdistribusi, jika satu komputer mengalami masalah, tugas dapat dialihkan ke komputer lain sehingga tetap menjaga ketersediaan sistem.
  3. Meningkatkan keandalan: Dengan memiliki beberapa salinan data di beberapa komputer, sistem terdistribusi dapat memastikan bahwa data tetap aman dan tersedia meskipun terjadi kegagalan pada salah satu komputer.
  4. Mempercepat kinerja: Dengan mendistribusikan tugas ke beberapa komputer, sistem terdistribusi dapat meningkatkan kecepatan dan efisiensi pemrosesan.
Baca Juga :   Pengertian Tipe Data adalah: Fungsi dan Jenis-Jenis Tipe Data

Manfaat Sistem Terdistribusi

Implementasi sistem terdistribusi dapat memberikan manfaat yang signifikan, seperti:

  1. Skalabilitas: Sistem terdistribusi dapat dengan mudah ditingkatkan sesuai dengan kebutuhan bisnis.
  2. Keandalan: Dengan adanya salinan data di beberapa komputer, sistem terdistribusi dapat menjaga ketersediaan data.
  3. Kecepatan: Dengan mendistribusikan beban kerja, sistem terdistribusi dapat meningkatkan kecepatan pemrosesan.
  4. Effisiensi: Sistem terdistribusi dapat memanfaatkan sumber daya yang ada dengan lebih efisien.

Keuntungan Distributed System daripada Centralized System

  1. Ekonomis – Sistem Terdistribusi/Parallel lebih murah daripada Centralized System
  2. Reliability (Ketersediaan) – system backup, jika terdapat server yang mati maka otomatis akan terbackup.
  3. Pengembangan yang lebih mudah – penambahan kecepatan server dapat dilakukan dengan sistem paralel, pada sistem terpusat pengembangan sistem harus dengan menambah HPC/mainframe.
  4. Kecepatan – Kecepatan pada sistem trdistribusi/paralel lebih tinggi daripada maiFrame [HPC]

Kelemahan Sistem Terdistribusi

  1. Software – Jumlah software yang mendukung Sist.Terdistribusi masih terbatas dan belum familiar untuk digunakan.
  2. Network – permasalahan pada jaringan dapat mengganggu sistem terdistribusi yang berjalan.
  3. Security – Celah untuk mengakses data yang bersifat rahasia

Mengapa diperlukan Sistem Terdistribusi

  1. Performance Sekumpulan prosesor dapat menyediakan kinerja yang lebih tinggi daripada komputer yang terpusat
  2. Distribution Banyak aplikasi yang terlibat, sehingga lebih baik jika Dipisah dalam mesin yang berbeda (contoh: aplikasi perbankan, komersial)
  3. Reliability Jikaterjadi kerusakan pada salah satu mesin, tidak akan mempengaruhi kinerja system secara keseluruhan
  4. Incremental Growth Mesinbaru dapat ditambahkan jika kebutuhan proses meningkat
  5. Sharing Data/Resource Resource adalah:
    • Segala hal yang dapat digunakan bersama dalam jaringan komputer.
    • Meliputi hardware (e.g. disk, printer, scanner), juga software (berkas, basis data, obyek data).
  6. Communication Menyediakan fasilitas komunikasi antar manusia

Model Sistem Terdistribusi

  1. Sistem client – server Merupakan bagian dari model sistem terdistribusi yang membagijaringan berdasarkan pemberi dan penerima jasa layanan.
  2. Sistem point to point Merupakan bagian dari model sistem terdistribusi dimana sistemdapat sekaligus berfungsi sebagai client maupun server.
  3. Sistem terkluster Adalah gabungan dari beberapa sistem individual (komputer) yang dikumpulkan pada suatulokasi, saling berbagi tempat penyimpanan data (storage), dan saling terhubung dalam jaringan lokal (Local Area Network).
Baca Juga :   Metabolisme adalah: Pengertian, Jenis-Jenis, Fungsi, Cara Kerja dan Contoh Metabolisme

Permasalahan sistem terdistribusi

Masalah dengan sistem terdistribusi yang dapat dimunculkan antara lain berkaitan dengan :

  1. Software – bagaimana merancang dan mengatur software dalam Distribusi Sistem
  2. Ketergantungan pada infrastruktur jaringan
  3. Kemudahan akses ke data yang di share, memunculkan masalah keamanan

Tantangan dalam perancangan dan penerapan Sistem Terdistribusi

Karakteristik sistem terdistribusi

  1. Keheterogenan komponen (heterogenity)
  2. Keterbukaan (openness)
  3. Keamanan (Security)
  4. Scalability
  5. Penanganan kegagalan (failure handling)
  6. Concurency of component
  7. Transparansi

1. Keheterogenan

  1. Suatu sistem terdistribusi dapat dibangun dari berbagai network, operating system, hardware dan programming language yang berbeda.
  2. IP dapat digunakan untuk mengatasi perbedaan jaringan.
  3. Middleware mengatasi perbedaan lainnya.

2. Keterbukaan

  1. Setiap komponen memiliki antarmuka (interface), yang dipublish ke komponen lain.
  2. Perlu integrasi berbagai komponen yang dibuat oleh programmer atau vendor yang berbeda.

3. Keamanan

  1. Shared resources & transmisi informasi rahasia perlu dilengkapi dengan enkripsi
  2. Cegah denial of service.

4. Scalability

  1. Penambahan pemakai membutuhkan penambahan resource yang konstan.
  2. Cegah bottleneck.

5. Penanganan Kegagalan

  1. Proses (komputer atau jaringan) dapat mengalami kegagalan secara independen.
  2. Komponen lain harus tetap berjalan dengan baik.
    E.g. failed branch in a distributed banking system

6. Concurency

  1. Multiple users with concurrent requests to a shared resources.
  2. Setiap resource harus aman di lingkungan tersebut di atas.

7. Transparansi

  1. Transparan: bagi pemakai, keberadaan beberapa komponen tampak sebagai satu sistem saja.
  2. Access transparency: Local & remote resources dapat diakses dengan operasi yang sama.
  3. Location transparency:
    • Resource dapat diakses tanpa tahu di mana lokasinya.
  4. Concurrency transparency:
    • Beberapa proses dapat sama-sama menggunakan suatu resource tanpa saling interferensi.
    • Bagaimana jika beberapa pemakai secara bersamaan akan mengubah suatu berkas?
  5. Failure transparency:
    • Pemakai dan pemrogram aplikasi dapat menyelesaikan tugasnya walaupun ada kegagalan hardware atau software.
  6. Mobility transparency:
    • Resource dan klien dapat berpindah tanpa mempengaruhi operasi pemakai atau program.
  7. Performance transparency:
    • Sistem dapat dikonfigurasi ulang untuk meningkatkan unjuk kerja, sejalan dengan perubahan beban sistem.
  8. Scaling transparency:
    • Sistem dan aplikasi mudah bertambah luas tanpa perubahan struktur sistem dan algoritma aplikasi.
Baca Juga :   Pengertian Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence)

Jadi, itulah pengertian sistem terdistribusi, contoh-contoh implementasinya, fungsi-fungsinya, kelebihan, manfaat, dan juga kekurangannya. Meskipun memiliki beberapa kekurangan, sistem terdistribusi tetap menjadi pilihan yang populer dalam dunia teknologi karena kemampuannya untuk meningkatkan kinerja, keandalan, dan efisiensi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *